Kesehatan Anak Kota Yogyakarta
Untuk mengurangi kematian balita berdasarkan Visi Walikota, indikator RIBK, dan prinsip 1000 Hari Pertama Kehidupan
Pengelola Pengabdian Masyarakat: Laksono Trisnantoro, Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK KMK UGM, Oktober 2026. Bahan lengkap dapat klik DISINI
Kegiatan ini merupakan Pengabdian pada Masyarakat FK-KMK UGM. Secara umum bertujuan memperbaiki perencanaan dan monitoring-evaluasi program penurunan kematian balita dengan menggunakan pendekatan Performance Based Leadership. Perbaikan perencanaan dilakukan dengan menyusun dokumen rencana Tematik multi-years untuk menurunkan kematian balita di Kota Yogyakarta. Dokumen ini untuk melengkapi Rencana Strategis yang ada di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Adanya Visi Walikota, RIBK dan juga program 1000 Hari Pertama Kehidupan membutuhkan rencana tematik di Kota Yogyakarta untuk mengurangi kematian balita. Rencana tematik multi-years dengan mengacu pada sasaran pencapaian indikator RIBK dilakukan oleh para pelaku dari pemerintah pusat (seperti RSUP Dr. Sardjito), pemerintah daerah, BPJS, dan organisasi pelayanan kesehatan swasta serta masyarakat. Dana yang dipergunakan berasal dari seluruh sumber. Tidak terbatas dari pemerintah. Dokumen ini harus mengacu ke Renstra Dinas Kesehatan. Dengan pendekatan ini fungsi utama desentralisasi untuk meningkatkan kepemilikan program kesehatan di Kota Yogyakarta akan terbukti. Pemerintah pusat melakukan peran sebagai pembuat kebijakan, pemberi sebagian anggaran, dan pengawasan. Tanggung jawab pencapaian kematian Balita berada di kota Yogyakarta.
Ada beberapa tahap yang akan dilakukan dalam waktu 3 – 4 tahun ke depan:
Tahap 1: Penyusunan Rencana Tematik 4 tahunan
Tahap penyusunan Rencana Aksi Tematik Penurunan Kematian Anak tahun 2026 – 2029. Kegiatan ini dilakukan antara bulan Agustus – November 2026. Di tahap ini, UGM berposisi sebagai tenaga pendamping melalui mekanisme Pengabdian pada Masyarakat. Dana yang dipergunakan adalah sekitar RP 35 juta rupiah.
Kegiatan yang dilakukan dalam Tahap 1:
1. Memahami Kepemimpinan berbasis Kinerja
2. Memetakan ekosistem pelayanan Kesehatan anak dan pemimpin di dalamnya.
3. Penyusunan Rencana Tematik multi-years untuk menurunkan kematian balita.
Tahap 2: Monitoring kegiatan
Kegiatan monitoring akan diselenggarakan pada tahun 2027 – 2029. Setahun minimal akan dilakukan 3 kali monitoring dengan mengambil tempat di berbagai pelaku kegiatan secara bergiliran. Dana akan berasal dari APBN/APBN Kota Yogyakarta dan tambahan dari pelaku. Universitas Gadjah Mada akan berposisi sebagai pihak independen yang memonitor pencapaian target indikator RIBK dan 1000 HPK.
Tahap 3. Evaluasi
Kegiatan evaluasi akan dilakukan pada tahun 2029 pada saat periode pemerintahan Walikota akan berakhir. UGM akan berfungsi sebagai evaluator independen.
Situasi Kesehatan Anak
di Indonesia dan Kota Yogyakarta
Gambaran Situasi saat ini, silahkan Klik
Indikator Kematian Bayi di Kota Yogyakarta
Usaha Penurunan Kematian Balita di kota Yogyakarta mempunyai tantangan yang diukur dengan jumlah kematian. Silahkan Klik
Konsep Performance Based Leadership
dan Pemetaan Pemimpin
Kerangka konsep yang dipergunakan untuk memimpin kegiatan pengurangan kematian balita di kota Yogyakarta. Silahkan Klik
