1. Kesehatan Sebelum Hamil
Fokus utama Pokja ini adalah mempersiapkan kesehatan calon ibu sejak dini. Target strategis yang ingin dicapai meliputi:
- Skrining Catin (Calon Pengantin): Ditingkatkan secara signifikan dari angka saat ini sebesar 68,6% menuju target 85%.
- Penurunan Kehamilan 4T: Berkomitmen untuk menurunkan proporsi kehamilan 4T (Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu dekat, Terlalu banyak) secara signifikan.
- Preconception Care: Memastikan pelayanan perawatan prakonsepsi dapat berjalan merata di seluruh wilayah kerja Puskesmas.
2. Kesehatan Maternal & Neonatal
Pokja ini mengawal keselamatan ibu selama kehamilan hingga masa nifas, serta kesehatan bayi baru lahir dengan target:
- AKI (Angka Kematian Ibu) Nasional 2029: Menurunkan AKI hingga mencapai target 77 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH), guna mendekati target SDGs 2030 (yaitu 70).
- Cakupan ANC 6x: Meningkatkan kepatuhan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali menjadi 80% (dari 78,2% saat ini).
- Kunjungan Nifas (6–48 jam): Memastikan pemantauan pascapersalinan yang krusial naik menjadi 85% (dari 73,8% saat ini).
3. Pokja 03: Bayi Baru Lahir & Baduta
Berfokus pada tumbuh kembang optimal anak di dua tahun pertama kehidupan demi mencegah stunting:
- Stunting: Penurunan yang diselaraskan dengan target SDGs 2030, bergerak dari angka 19,8% menuju target global.
- Skrining Hipotiroid Kongenital: Mengakselerasi cakupan dari yang saat ini baru 28,3% menuju Capaian Universal (penuh).
- Konselor PMBA di Puskesmas: Meningkatkan ketersediaan konselor Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) hingga mencapai target 80% (dari 40% saat ini).
4. Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Untuk mendukung semua intervensi di atas, kesiapan fasilitas kesehatan diperkuat dengan target:
- Puskesmas Mampu ANC 12T: Meningkatkan kapasitas Puskesmas dalam memberikan pelayanan Antenatal Care sesuai standar 12T menjadi 80% (dari 53,7% saat ini).
- Puskesmas PONED Terlatih Matneo: Memastikan kesiapan Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar yang terlatih Maternal & Neonatal naik menjadi 60% (dari 28,5% saat ini).
- Puskesmas dengan SDIDTK Kit Lengkap: Memenuhi kelengkapan kit Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang anak di Puskesmas secara drastis menjadi 70% (dari 27,8% saat ini).
Visi Jangka Panjang:
Periode kerja terkoordinasi (2026–2029) ini bukan sekadar target jangka pendek, melainkan sebuah orientasi jangka panjang yang bermuara pada kontribusi nyata demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.